Laweyan, Central Java
· 1.192 m² · 6 Kamar tidur · 3 Kamar mandi · Rumah
· Air · Area anak-anak · Outdoor entertaining area · Dapur terpadu · Ruang layanan · Taman · Tangki air · Garasi · Panggang · Teras
Laweyan, Central Java · 1.192 m² · 6 Kamar tidur · 3 Kamar mandi · Rumah · Air · Area anak-anak · Outdoor entertaining area · Dapur terpadu · Ruang layanan · Taman · Tangki air · Garasi · Panggang · Teras
Ini rumah yang kalau bisa bicara, ceritanya panjang sekali.
Sebuah Warisan Saudagar Laweyan, Sejak 1928
Tahun 1928 Di jantung Laweyan, Solo - kampung batik pertama di Nusantara, seorang saudagar membangun rumah. Bukan sekadar rumah, tapi simbol kemakmuran, kehormatan, dan selera.
Tepat di belakang rumah terdapat Pabrik pembuatan Batik Tulis lengkap untuk proses produksi tapi sekarang sudah tidak aktif produksi.
98 tahun kemudian, rumah itu masih berdiri gagah di Jl. Dr. Radjiman, Surakarta. Pilar-pilar kokohnya masih tegak, teras luasnya masih teduh, jendela-jendela kayunya masih menyimpan cahaya sore yang sama seperti seabad lalu.
Ini bukan rumah tua yang butuh perbaikan. Ini adalah rumah yang dirawat dengan cinta, siap untuk Anda huni dan lanjutkan ceritanya.
Bayangkan...
Pagi hari Anda menikmati kopi di teras klasik dengan lantai batu alam yang sejuk. Siang hari, sinar matahari masuk melalui jendela kayu tinggi. Sore hari, halaman luasnya menjadi tempat cucu berlarian.
Atau, jika Anda melihat peluang yang lebih besar - inilah canvas sempurna Anda.
Dengan karakter Jawa Klasik yang otentik, bangunan ini sangat cocok untuk Anda yang bermimpi memiliki:
Boutique Hotel Heritage di Laweyan - tempat wisatawan menginap dan merasakan jadi saudagar batik di era 1890-an.
Coffee Shop & Artisan Space - yang tidak hanya menjual kopi, tapi menjual pengalaman dan sejarah.
Orang tidak akan datang hanya untuk produknya, mereka akan datang untuk ceritanya. Dan cerita rumah ini tidak bisa dibuat ulang.
Rumah seperti ini tidak diproduksi lagi. Yang ada hanya tersisa beberapa di Solo.
Jika Anda mencari rumah, ada banyak pilihan. Tapi jika Anda mencari sebuah LEGASI di Laweyan, ini jawabannya.
Ini rumah yang kalau bisa bicara, ceritanya panjang sekali.
Sebuah Warisan Saudagar Laweyan, Sejak 1928
Tahun 1928 Di jantung Laweyan, Solo - kampung batik pertama di Nusantara, seorang saudagar membangun rumah. Bukan sekadar rumah, tapi simbol kemakmuran, kehormatan, dan selera.
Tepat di belakang rumah terdapat Pabrik pembuatan Batik Tulis lengkap untuk proses produksi tapi sekarang sudah tidak aktif produksi.
98 tahun kemudian, rumah itu masih berdiri gagah di Jl. Dr. Radjiman, Surakarta. Pilar-pilar kokohnya masih tegak, teras luasnya masih teduh, jendela-jendela kayunya masih menyimpan cahaya sore yang sama seperti seabad lalu.
Ini bukan rumah tua yang butuh perbaikan. Ini adalah rumah yang dirawat dengan cinta, siap untuk Anda huni dan lanjutkan ceritanya.
Bayangkan...
Pagi hari Anda menikmati kopi di teras klasik dengan lantai batu alam yang sejuk. Siang hari, sinar matahari masuk melalui jendela kayu tinggi. Sore hari, halaman luasnya menjadi tempat cucu berlarian.
Atau, jika Anda melihat peluang yang lebih besar - inilah canvas sempurna Anda.
Dengan karakter Jawa Klasik yang otentik, bangunan ini sangat cocok untuk Anda yang bermimpi memiliki:
Boutique Hotel Heritage di Laweyan - tempat wisatawan menginap dan merasakan jadi saudagar batik di era 1890-an.
Coffee Shop & Artisan Space - yang tidak hanya menjual kopi, tapi menjual pengalaman dan sejarah.
Orang tidak akan datang hanya untuk produknya, mereka akan datang untuk ceritanya. Dan cerita rumah ini tidak bisa dibuat ulang.
Rumah seperti ini tidak diproduksi lagi. Yang ada hanya tersisa beberapa di Solo.
Jika Anda mencari rumah, ada banyak pilihan. Tapi jika Anda mencari sebuah LEGASI di Laweyan, ini jawabannya.